Waspada Terhadap Ancaman Non-konflik Senjata bagi Bangsa Indonesia

KabarBetang, Tamiang Layang – Bupati Barito Timur memaparkan kesimpulan yang didapatkan dalam beberapa diskusi yakni bahwa ancaman yang dihadapi Bangsa Indonesia saat ini adalah terorisme, radikalisme dan separatisme.

Hal itu disampaikan Ampera dalam komunikasi sosial yang diadakan Kodim TNI 1012 Buntok bersama Pemerintah Kabupaten Barito Timur, bertempat di GPU Mantawara. Selasa, 5 November 2019.

“Kita dihadapkan pada ancaman non konflik senjata yang dapat mengancam keselamatan negara kita jika tidak disikapi dan diantisipasi secara tepat,” kata Ampera.

Untuk menghadapi ancaman yang tidak berbentuk konflik bersenjata, menurutnya, diperlukan pemahaman dan kerja sama dari seluruh komponen yang ada.

“Kebersamaan dan kerja sama Pemerintah, TNI, Polri dan rakyat untuk menghadapi ancaman non konflik senjata sangat diperlukan,” imbuh Ampera.

Ia menjelaskan, salah satu cara membangun kebersamaan yaitu dengan mengadakan komunikasi sosial seperti yang sedang dilakukan saat ini guna memelihara dan mempererat hubungan antara TNI, Polri dan segenap komponen bangsa.

“Diharapkan melalui komunikasi yang dialogis, saling memberikan masukan dan informasi permasalahan yang dihadapi oleh bangsa ini, diperoleh kesamaan pandangan dalam memahami setiap permasalahan sekaligus mencari solusi terkait dengan kepentingan pertahanan dan keamanan negara yang harus dijaga,” paparnya.

Selain ketiga ancaman utama terhadap keselamatan negara tersebut, Ampera juga menyampaikan beberapa ancaman lain yang perlu diwaspadai segenap komponen bangsa yakni bencana alam, wabah penyakit, serangan cyber, berita hoax serta peredaran dan penyalahgunaan narkoba.

Komunikasi sosial juga dihadiri oleh Dandim 1012 Buntok, Sekda, Kajari, Ketua Pengadilan Negeri, Wakapolres Barito Timur dan Pabung Kodim 1012 Buntok.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *