Warga Kalteng Diminta Lapang Dada Terpilihnya Ibu Kota Negara ke Kaltim

Kalangan anggota DPRD Kota Palangka Raya Provinsi Kalimantan Tengah, meminta kepada seluruh warga setempat untuk menerima secara lapang dada dan ikhlas atas keputusan pemerintah, terkait terpilihnya Penajam Paser Utara dan Kutai Kartenegara, Provinsi Kalimantan Timur sebagai ibu kota negara.

“Apapun keputusan presiden mari kita lapang dada saja, karena pak presiden tidak sembarangan dalam memutuskan mengenai ibu kota baru tersebut. Semuanya tentu ada pertimbangan dan kajian yang kuat dalam pemindahan ibu kota negara dari Jakarta ke Kaltim,” kata Ketua DPRD Kota Palangka Raya Sigit K Yunianto saat dikonfirmasi melalui telepon seluler, Senin.

Politisi PDIP itu mengatakan, bahwa sebelumnya Kalteng masuk dalam nominasi sebagai ibu kota negara, namun dengan hasil kesepakatan presiden dan sejumlah menteri telah memutuskan Kaltim lah yang menjadi ibu kota negara.

Selain itu, kata Sigit, bagi masyarakat yang tidak mendukung Kalteng sebagai ibu kota negara tidak perlu euforia berlebihan, apalagi sampai memosting di media sosial, sehingga dapat menimbulkan hal-hal yang negatif di tengah-tengah masyarakat. 

Ia mengatakan, kajian yang dilakukan pemerintah pusat untuk memindahkan ibu kota negara ke pulau Kalimantan tentunya tidak sembarangan, melainkan ada kajian yang mendalam, teknis serta mempertimbangkan program jangka panjang.

Dengan dipilihnya Kaltim sebagai IKN, tentunya ada plus dan minus mengenai daerah tersebut. Sebaliknya tidak ditunjuknya Kalteng jadi IKN, tentunya juga ada kekurangan dan kelebihan daerah itu ketika dikaji Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) beberapa bulan yang lalu.

“Semua ada plus minusnya bagi masyarakat kita, bahwa Kalteng tidak dipilihnya sebagai IKN. Namun kita tetap mengapresiasi keputusan bijak dari pemerintah Indonesia,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *