Umat Hindu di Kotim Diminta Terus Ikut Menjaga Kamtibmas Pilkada 2020

Umat Hindu di Kabupaten Kotawaringin Timur Kalimantan Tengah diminta bersama-sama ikut menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat untuk mendukung suksesnya pelaksanaan pemilu kepala daerah 9 Desember 2020.

“Harapan kami semua kegiatan, termasuk agenda politik tahun 2020 ini bisa berjalan dengan baik, aman dan damai. Alhamdulillah situasi kamtibmas di Kotawaringin Timur kondusif dan terkendali. Tidak ada hal-hal yang perlu dikhawatirkan. Semua dapat ditangani dengan baik,” kata Kapolres AKBP Abdoel Harris Jakin di Sampit, Minggu malam.

Harapan itu juga disampaikan Jakin saat bersilaturahmi dengan umat Hindu di Kotawaringin Timur. Dia bertandang ke Pura Tri Buana Putra, Jalan Teratai IV Sampit.

Menurutnya, silaturahmi ini dilakukannya sebagai kapolres yang baru menjabat sehingga sangat penting baginya bersilaturahmi dengan segenap elemen masyarakat, termasuk umat Hindu yang ada di Kotawaringin Timur. Kunjungan ini untuk mempererat hubungan sesama warga.

Silaturahmi ini juga untuk memperkuat toleransi antar umat beragama. Kesempatan itu juga dimanfaatkannya untuk menyampaikan imbauan kepada umat Hindu terkait situasi keamanan dan ketertiban yang terkini.

Jakin mengatakan dirinya terus mengunjungi dengan semua tokoh agama saya untuk menjalin silaturahmi. Sebelumnya kunjungan dilakukannya kepada sejumlah ulama, selanjutnya dia akan bersilaturahmi umat Protestan, Katolik dan agama lainnya.

Dia berjanji kegiatan seperti ini akan terus dilaksanakan dalam rangka pembinaan hubungan dengan seluruh pemeluk agama. Dia berharap hubungan semakin baik dan toleransi hidup beragama selalu terjaga dengan baik.

“Kita semua berharap pilkada di Kotawaringin Timur yang aman dan tertib. Ini memerlukan dukungan seluruh lapisan masyarakat, tidak terkecuali para tokoh agama,” tambah Jakin.

Tahun ini masyarakat Kotawaringin Timur akan mengikuti dua agenda pilkada sekaligus yakni pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Tengah serta pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kotawaringin Timur.

Lebih dari 800 personel disiapkan untuk pengamanan pilkada, terdiri dari personel Polres Kotawaringin Timur dan bantuan dari Polda Kalimantan Tengah. Jumlahnya dinamis, tergantung perkembangan situasi di lapangan, misalnya penambahan tempat pemungutan suara (TPS) dan lainnya.

Pihaknya siap mengamankan dan tetap mematuhi protokol kesehatan yang berlaku. Polisi yang bertugas akan dilengkapi alat pelindung diri untuk mencegah penularan COVID-19.

Jakin menyebutkan, wilayah rawan saat pilkada di Kotawaringin Timur adalah wilayah yang secara geografis sulit dijangkau, seperti Desa Tumbang Gagu Kecamatan Antang Kalang. 

Perjalanan darat dari Sampit ke pusat Kecamatan Antang Kalang saja membutuhkan waktu hampir lima jam dengan pengawalan. Untuk mencapai Tumbang Gagu dibutuhkan perjalanan lima jam lagi melalui jalur sungai.

“Kondisi seperti itu sudah pasti, personel hanya bisa mengawasi satu TPS karena sulit menjangkau TPS lainnya. Keamanan ini salah satu prinsipnya adalah kecepatan. Kalau di kota bisa cepat dijangkau karena tidak ada kendala jarak dan akses. Mudah-mudahan semua aman dan terkendali,” demikian Jakin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *