Tak Bijak Bermedsos, 80 Warga Kalteng Dibina

Palangka Raya – Kasus penyebaran informasi atau berita bohong (hoaks) dan penyebaran konten pornografi masih cukup tinggi di wilayah hukum Kalteng. Terbukti, sejak Januari hingga November 2019 ini, Bidang Humas (Bidhumas) Polda Kalteng  telah melakukan pemanggilan dan pembinaan terhadap 80 warganet yang dinilai tak bijak dalam menggunakan media sosial (medsos).

“Dari jumlah 80 tersebut, 41 orangnya merupakan penyebar hoaks, 29 orang penyebar pornografi, 7 orang penyebar ujaran kebencian, dan 3 orang yang melakukan bullying. Para pelaku merupakan anak-anak di bawah umur hingga orang dewasa,” ucap Kabid Humas Polda Kalteng Kombes Pol Hendra Rochmawan melalui Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Kalteng AKBP Muryanto, kemarin (15/11).

Pihak Humas Polda Kalteng pun telah memberi stempel hoaks terhadap 93 informasi atau berita yang beredar di medsos maupun grup-grup WhatsApp.

Karena tingginya angka penyebaran hoaks dan pornografi di medsos, AKBP Muryanto kembali mengimbau kepada  masyarakat Kalteng untuk lebih bijaksana dalam menggunakan media sosial. Selain itu, pihaknya juga tak henti-hentinya mengampanyekan ‘saring sebelum sharing’ dan setop HPUS (hoaks, pornografi, ujaran kebencian, dan SARA)’. Apabila menemukan foto, video, atau informasi yang beredar di medsos dan belum jelas kebenarannya, Muryanto melarang masyarakat Kalteng untuk langsung men-share. Alangkah baiknya jika mencari tahu kebenarannya terlebih dahulu. Dengan demikian dapat menghindari masyarakat dari jeratan hukum terkait informasi dan teknologi (IT).

“Kami selalu memantau semua platform media sosial guna menciptakan kenyamanan di dunia maya maupun di dunia nyata. Kami mengingatkan agar jangan sampai masyarakat mengunggah atau ikut membagikan berita bohong dan ujaran kebencian,” tandasnya. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *