Stop Bakar Hutan dan Lahan

Polsek Karau Kuala gencar melakukan sosialisasi kepada masyarakat yang mempunyai lahan agar tidak membuka lahan dengan cara membakar baik itu pertanian maupun perkebun.

Kapolres Barito Selatan AKBP Devy Firmansyah, S.I.K., melalui Kapolsek Ipda Bambang Priyanto, S.H., mengatakan kebakaran lahan merupakan permasalahan yang menjadi atensi langsung dari bapak Presiden kepada seluruh Kapolda, Kapolres dan Kapolsek.

“Apalagi saat ini sudah mulai musim kemarau sehingga potensi terjadinya kebakaran lahan cukup tinggi,” ujarnya,senin (24/2/2020) sore.

Kapolsek mengatakan, pihak Kepolisian menilai penting untuk melakukan sosialisasi dan edukasi tentang larangan dan bahaya kebakaran lahan kepada masyarakat.

Lebih rinci ia menuturkan bentuk dari sosialisasi itu dilakukan dengan pemasangan spanduk-spanduk di titik strategis dan berpatroli secara rutin.

“Selain spanduk saya juga sudah perintahkan kepada Bhabinkamtibmas untuk bersama aparatur Desa setempat untuk mensosialisasikan bahaya dan ancaman hukuman bagi siapa saja yang kedapatan dengan sengaja melakukan pembakaran lahan,” tuturnya.

Ipda Bambang menegaskan bahwa pelaku pembakar lahan dapat di jerat dengan Pasal 108 Undang-undang Republik Indonesia nomor 32 tahun 2009 tentang lingkungan hidup, dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara dan denda setinggi-tingginya Rp. 10 miliar rupiah.

“Saya menghimbau kepada masyarakat  agar tidak melakukan pembakaran lahan karena dapat menyebabkan kerugian materil, korban nyawa dan gangguan kesehatan akibat asap kebakaran,” tutupnya.

Sumber : http://tribratanews.kalteng.polri.go.id/cegah-karhutla-polsek-karau-kuala-gencar-sosialisasi-bahaya-kebakaran-hutan-dan-lahan/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *