Pemkab Katingan Gelar Rapat Koordinasi Penanganan Konflik Sosial Dalam Negeri

Kasongan – Pemkab Katingan bersama unsur forum koordinasi pimpinan daerah atau FKPD menggelar rapat koordinasi penanganan konflik sosial dalam negeri di pendopo rumah jabatan bupati, Jumat, 18 Oktober 2019 siang menjelang sore hari ini.

Rapat koordinasi penanganan konflik sosial dalam negeri ini dihadiri sejumlah pejabat daerah, seperti Wakil Bupati Katingan Sunardi Litang, Ketua DPRD Katingan Marwan Susanto. 

Kemudian, Dandim 1015 Sampit Letkol Czi Ahmad Safari, Kapolres Katingan AKBP E Dharma B Ginting, Kajari Kasongan Filipus Khalolik dan perwakilan pihak Pengadilan Negeri Kasongan. Hadir pula Bupati Katingan dua periode 2003 – 2013 Duwel Rawing yang juga Ketua Dewan Adat Dayak Katingan dan anggota DPRD Kalteng.

Peserta lainnya dari perwakilan Kementerian Agama, KNPI, Karang Taruna, DAD,  dan sejumlah tokoh masyarakat lainnya. 

Dalam kesempatan ini, Bupati Katingan Sakariyas mengatakan, rapat koordinasi daerah ini dalam rangka antisipasi situasi dan kondisi daerah menjelang pelantikan Presiden dan Wakil Presiden RI tahun 2019.

Rapat koordinasi itu dapat meningkatkan kemampuan maupun pengetahuan, juga sekaligus untuk menciptakan dan membangun pemahaman keterpaduan, dan keserasian kerja pada setiap jajaran pemerintah daerah.

Pemerintah menyadari betapa pentingnya masyarakat dalam menjaga ketentraman dan ketertiban umum di lingkungannya guna mengantisipasi secara dini berbagai permasalahan dan gejolak sosial yang yang berpotensi berkembang menjadi konflik.

Sementara dalam kesempatan ini Kapolres Katingan AKBP E Dharma B Ginting mengatakan sejauh ini situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah hukumnya aman kondusif. “Selama saya menjabat Kapolres Katingan belum ada permasalahan-permasalahan menonjol,” kata Kapolres Dharma Ginting.

Dandim 1015 Kodim Sampit, Letkol Inf Czi Ahmad Safari mengatakan, akhir-akhir ini di sejumlah wilayah terdapat gejolak seperti di Penajam Kalimantan Timur. 

“Saya katakan untuk permasalahan yang di Penajam itu sudah selesai, dan sekarang kasusnya ditangani oleh aparat keamanan, dan misalnya kalau ada kabar atau isu sekarang ini agar tidak ditanggapi secara serius,” ujarnya. Di penghujung acara dilakukan pembacaan ikrar nusantara beraatu masyarakat Kabupaten Katingan. (ABDUL GOFUR/B-2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *