Menteri Pariwisata : Standarisasi Nomenklatur Subsektor, Perbankan Bisa Semakin Yakin Menyalurkan KUR Ke Sektor Pariwisata

KabarBetang, Jakarta – Pemerintah tengah menyusun skema penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk sektor pariwisata. Pasalnya, sektor pariwisata masih sulit mendapatkan pembiayaan. Oleh karena itu, Presiden Joko Widodo meminta seluruh pihak mengoptimalkan sektor pariwisata untuk mendorong penerimaan negara.

Pemerintah melalui Menko Perekonomian menetapkan skema kredit sektor pariwisata dengan suku bunga rendah, yaitu 7 persen melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) Pariwisata pada Juli 2018. Hal tersebut untuk meningkatkan pengembangan pariwisata di Indonesia, khususnya 10 destinasi pariwisata prioritas dan 88 kawasan strategis pariwisata nasional.

Kinerja KUR sampai dengan semester I/2018 mencatatkan capaian yang positif. Data realisasi KUR menunjukkan sejak 2015 sampai dengan 30 Juni 2018, nilai KUR yang telah disalurkan sebesar Rp 277,4 triliun dengan outstanding sebesar Rp130,8 triliun kepada 11,8 juta pelaku UMKM. Penyaluran KUR dari 1 Januari 2018 sampai dengan 30 Juni 2018 tercatat telah disalurkan sebesar Rp 64,6 triliun atau 55,2% dari target penyaluran Rp117,08 triliun pada 2018.

Menteri Pariwisata mengatakan bahwa dalam skema penyaluran KUR ke sektor pariwisata, pemerintah akan menyepakati standarisasi nomenklatur subsektor di bawah pariwisata seperti perhotelan, restoran, dan atraksi pariwisata. Dengan demikian, perbankan bisa semakin yakin menyalurkan KUR ke sektor pariwisata.

Dengan kemudahan pembiayaan, sektor pariwisata dapat menjadi semakin berkembang. Hal ini akan positif bagi ekonomi Indonesia mengingat sektor pariwisata bisa menggerakkan perekonomian daerah dan menyumbangkan devisa bagi negara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *