Masyarakat Kota Palangka Raya Diminta Tetap Patuhi Aturan PSBB

PALANGKA RAYA, – Hingga hari ke-10 pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Palangka Raya, masih terdapat masyarakat yang memenuhi sejumlah kawasan, seperti toko baju hingga toko bahan kue. Hal tersebut dikhawatirkan akan memicu kembali melonjaknya angka kasus positif Covid-19 di Kota Cantik Palangka Raya.

Untuk itu, Legislator DPRD Kota Palangka Raya HM Khemal Nasery mengajak masyarakat agar dapat tetap mematuhi aturan PSBB hingga berakhirnya massa tenggang waktu pelaksanaan yang telah ditetapkan pemerintah. Pasalnya meskipun berdasarkan data Kota Palangka Raya tidak mengalami peningkatan jumlah kasus positif Covid-19 dalam tiga hari terakhir. Namun pemerintah belum menyatakan jika Pandemi Covid-19 di Kota Palangka Raya telah berakhir.

“Ini kan belum ada pernyataan dari pemerintah yang mengatakan bahwa PSBB atau Pandemi ini sudah berakhir. Jika masyarakat tidak mematuhi aturan pemerintah, dikhawatirkan akan terjadi lonjakan jumlah kasus positif nantinya,” kata HM Khemal Nasery kepada awak media, Rabu (20/5/2020).

Namun, dirinya juga memaklumi jika Pandemi Covid-19 tersebut memberikan dampak yang besar terhadap masyarakat, khususnya menurunnya kualitas perekonomian masyarakat. Namun pihaknya tidak melarang masyarakat untuk dapat tetap mencari nafkah. Akan tetapi pihaknya meminta kepada para pemilik usaha agar dapat tetap mematuhi protokol kesehatan yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

“Para penjual dapat membuat aturan seperti hanya melayani pembeli yang menggunakan masker. Serta jika terjadi perkumpulan massa, penjual dapat menghentikan sementara aktivitas usahanya sembari mengatur agar pembeli tidak berkumpul. Jika perlu, terapkan sistem jual-beli secara online, sehingga usaha tetap berjalan,” ucapnya. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *