Makna Hari Raya Nyepi Bagi Umat Hindu Kalimanta Tengah

Palangka Raya – Rektor Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya Prof. Drs. I Ketut Subagiasta menyampaikan makna Hari Raya Nyepi merupakan hari di mana umat Hindu memperingati perayaan Tahun Baru Caka.

Dalam perayaannya umat Hindu melakukan amati geni yaitu mengadakan samadhi pembersihan diri lahir batin.

“Pembersihan dari segala dosa yang sudah diperbuat selama hidup di dunia dan memohon pada yang Maha Kuasa agar diberikan kekuatan untuk bisa menjalankan kehidupan yang lebih baik di masa mendatang,” katanya, Rabu 25 Maret 2020.

Dia menuturkan nyepi memiliki makna dan pelaksanaan mengandung arti yang sangat baik dengan tujuan dan tuntutan masa kini dan masa yang akan datang. Nyepi berasal dari kata sepi yang berarti sunyi, senyap, dan hening.

“Tujuan utama dari perayaan nyepi yakni untuk memohon ke hadapan Tuhan Yang Maha Esa atau Ida Sanghyang Widhi Wasa untuk menyucikan bhuana alit (alam manusia) dan bhuana agung (alam semesta),” tuturnya.

Selain itu nyepi ini tidak seperti perayaan hari raya pada umumnya yang identik dengan kemeriahan dan suka cita, tapi untuk umat Hindu, perayaan nyepi dilaksanakan dengan menyepi, hening, senyap, dan sunyi.

“Untuk itu bagi umat Hindu selama melaksakan nyepi amati geni (tidak menyalakan api, termasuk memasak), upawasa (puasa), amati karya (tidak bekerja), amati lelungan (tidak bepergian) dan amati lelanguan (tidak mencari hiburan),” tutupnya. 

Sumber : https://www.borneonews.co.id/berita/162219-ini-makna-hari-raya-nyepi-bagi-umat-hindu-kalimanta-tengah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *