Keunikan Berbalut Kearifan Lokal Hadir di Festival Batang Arut 2018

KabarBetang, Pangkalan Bun – Ada hal unik dalam Festival Batang Arut (FBA) 2018 yang merupakan rangkaian kegiatan peringatan HUT ke-59 Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar). Selain lomba kelotok/getek hias dan kayuh belawan yang merupakan lomba khas FBA, tahun ini berlangsung berbagai permainan tradisional unik namun berbalut kearifan lokal.

Permainan apa saja yang akan berlangsung pada festival yang berlangsung pada 7-8 Oktober 2018 ini?

“Ada beberapa permainan tradisional yang dimainkan khas warga yang bermukim di pinggiran sungai. Seperti permainan Pongkaan atau Adu Biji Karet hingga permainan Ilungan atau berebut menangkap enceng gondok yang sengaja dijepit jari kaki seorang peserta dan dilepaskan saat berada di kedalaman air hingga timbul ke permukaan,” ujar Kasi Event dan Kreativitas Dinas Pariwisata (Dispar) Kobar Richardo P Siregar, di Pangkalan Bun, Jumat (28/9/2018),

Permainan tradisional ini biasa dimainkan anak-anak pada zaman dulu. Kini permainan tradisional ini sengaja digelar agar para wisatawan domestik dan mancanegara bisa terlibat menjadi peserta FBA.

“Karena dalam pelaksanaan FBA tahun ini bertepatan dengan kedatangan para wisatawan dari berbagai negara yang merupakan peserta Rally Yacht atau kapal layar bertajuk Sail Indonesia 2018,” jelas Richardo.

Jadi, lanjut Richardo, para wisatawan yang datang pada hari kedua FBA bisa ikut serta dalam lomba serta berbagai permainan tradisional tersebut.

Bukan hanya itu saja, dalam kegiatan FBA yang dipusatkan di jembatan pinggiran Sungai Arut, para wisatawan juga berkesempatan menikmati jajanan wadai (kue) tradisional.

“Tentunya jangan lupa, dalam hari pertama FBA pada 7 Oktober 2018 kita menggelar kegiatan rutin yaitu lomba kelotok/getek hias,” jelas Richardo.

Ia berharap, dalam lomba kelotok/getek itu pesertanya bisa lebih banyak dan ornamen hiasannya bisa lebih bagus lagi.

Panitia sudah mengirimkan undangan partisipasi kepada berbagai instansi di Kabupaten Kobar untuk berpartisipasi dalam festival tahunan ini.

“Kita juga mengirimkan surat serupa pada berbagai kabupaten tetangga untuk ikut berpartisipasi dalam kegiatan kelotok/getek hias ini,” pungkas Richardo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *