Hoax Membuka Pintu Kehancuran

Kabar betang, Palangka Raya – Penyebaran hoax te hirutama pada saat tahun politik ini dinilai sudah sangat mengancam kehidupan masyarakat dan bernegara. Penyesatan pemikiran yang ditebar hoaks saat ini sudah membawa masyarakat ke gerbang kehancuran. Untuk itu, perlu filter dan sikap bijak para pengguna media social untuk selalu memilih dan menyaring hoaks agar tidak menjadi ancaman. Hal ini disampaikan salah seorang akademisi, yang juga staf ahli DPRD Kalteng, Donny Laseduw kepada RRI, Selasa (12/03/2019) . Dijelaskan Donny, hoaks kini telah membuat satu kelompok membenci kelompok lain selain juga radikalisme yang meresahkan. Jika media social tidak dipergunakan secara bijaksana maka akan membuat kerepotan dalam berbangsa dan bermasyarakat. Di balik pembuatan dan penyebaran hoaks ini, ada orang yang memiliki kepentingan , bukan saja kepentingan politik dan kekuasaan tapi juga kepentingan ekonomi dan bisnis. Untuk itu harus ada kesadaran dari semua masyarakat khususnya dari generasi muda bahwa hoaks ini terlalu berbahaya untuk membuat perpecahan dalam bangsa. Pada akhirnya, hoaks ini membuat perkelahian antar etnis, agama dan antar kelompok. “Untuk itu sikap yang diperlukan adalah menyeleksi dan memastikan kebenaran segala pemberitaan dan isu yang berkembang dengan mempertanyakan kepada lembaga yang berkompeten”, terangnya. Lebih jauh Donny juga mengingatkan jika pemikiran sesat yang disebarkan hoax sudah masuk ke dalam pemikiran masyarakat, maka pintu gerbang kehancuran sudah di depan mata. Untuk itu harus ada filter untuk menyaring dan meyeleksi segala kebenaran dan fakta yang sesungguhnya di balik sebuah hoaks. Hoaks kini dipandang sudah begitu merepotkan kehidupan bangsa dan masyarakat dengan segala carut marut informasi, isu dan realita.ang – Palangka Raya, Penyebaran hoax terutama pada saat tahun politik ini dinilai sudah sangat mengancam kehidupan masyarakat dan bernegara. Penyesatan pemikiran yang ditebar hoaks saat ini sudah membawa masyarakat ke gerbang kehancuran. Untuk itu, perlu filter dan sikap bijak para pengguna media social untuk selalu memilih dan menyaring hoaks agar tidak menjadi ancaman. Hal ini disampaikan salah seorang akademisi, yang juga staf ahli DPRD Kalteng, Donny Laseduw kepada RRI, Selasa (12/03/2019) . Dijelaskan Donny, hoaks kini telah membuat satu kelompok membenci kelompok lain selain juga radikalisme yang meresahkan. Jika media social tidak dipergunakan secara bijaksana maka akan membuat kerepotan dalam berbangsa dan bermasyarakat. Di balik pembuatan dan penyebaran hoaks ini, ada orang yang memiliki kepentingan , bukan saja kepentingan politik dan kekuasaan tapi juga kepentingan ekonomi dan bisnis. Untuk itu harus ada kesadaran dari semua masyarakat khususnya dari generasi muda bahwa hoaks ini terlalu berbahaya untuk membuat perpecahan dalam bangsa. Pada akhirnya, hoaks ini membuat perkelahian antar etnis, agama dan antar kelompok. “Untuk itu sikap yang diperlukan adalah menyeleksi dan memastikan kebenaran segala pemberitaan dan isu yang berkembang dengan mempertanyakan kepada lembaga yang berkompeten”, terangnya. Lebih jauh Donny juga mengingatkan jika pemikiran sesat yang disebarkan hoax sudah masuk ke dalam pemikiran masyarakat, maka pintu gerbang kehancuran sudah di depan mata. Untuk itu harus ada filter untuk menyaring dan meyeleksi segala kebenaran dan fakta yang sesungguhnya di balik sebuah hoaks. Hoaks kini dipandang sudah begitu merepotkan kehidupan bangsa dan masyarakat dengan segala carut marut informasi, isu dan realita.

Sumber : http://rri.co.id/palangkaraya/post/berita/647547/daerah/hoax_membuka_pintu_kehancuran.html

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *