FPK untuk Perkokoh Persatuan Masyarakat

KabarBetang, Kuala Kurun – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Gunung Mas (Gumas) melaksanakan Forum Pembauran Kebangsaan (FPK), dalam rangka memperkokoh persatuan bagi para tokoh masyarakat, tokoh agama, dan tokoh adat tahun 2019 di Kecamatan Manuhing.

Forum ini untuk memberikan bekal pengetahuan dan kemampuan, agar dapat memahami dan mendorong tumbuhnya rasa persatuan bagi setiap masyarakat yang berbeda latar belakang agama, ras, suku, dan budaya demi keutuhan NKRI, ucap Kepala Kesbangpol Kabupaten Gumas Tasa Torang, Senin (9/9).

Saat ini, kata dia, terjadi fenomena yang memprihatinkan di tengah kehidupan berbangsa dan bernegara. Disadari atau tidak, fenomena itu menjadi sebuah ancaman serius bagi kelangsungan hidup. Ini bisa dilihat dari menurunnya rasa nasionalisme ditandai dengan sikap lebih menonjolkan kepentingan kelompok atau golongan, fanatisme yang berlebihan, dan banyak berita palsu atau hoax.

Di depan mata kita, setiap hari diperlihatkan berbagai bentuk pendangkalan nilai kebangsaan, dan demokratisasi melewati batas etika dan sopan santun. Semua menimbulkan rasa frustasi masyarakat berupa hilangnya optimisme, sehingga yang ada hanya sifat malas, egois, dan emosional. Ini tentu dapat mengancam nilai ideologi bangsa dan keutuhan NKRI, ujarnya.

Dia menuturkan, untuk mencegah fenomena tersebut terus berkembang, masyarakat harus selalu menjunjung tinggi Pancasila sebagai ideologi bangsa. Nilai yang terkandung didalamnya akan memberi tuntunan dalam membentuk karakter bangsa, sehingga dapat mewujudkan masyarakat adil dan makmur.

Melalui forum ini, kami berharap tokoh masyarakat, tokoh agama, dan tokoh adat, dapat menjadi motivator dan pelopor memelihara keamanan, kerukunan dalam keberagaman ras, suku, etnis, dan budaya demi NKRI, khususnya Kabupaten Gumas, tuturnya.

Sementara itu, Ketua Panitia yang juga Plt Kabid Ketahanan Ideologi Bangsa Sampung P Tambunan mengatakan, forum tersebut bertujuan agar tercipta pembauran masyarakat dari berbagai ras, suku, etnis melalui interaksi sosial bidang bahasa, adat istiadat, seni budaya, pendidikan, dan perekonomian.”Kegiatan ini diikuti oleh 50 peserta, terdiri dari tokoh masyarakat, tokoh agama, dan tokoh adat. Adapun narasumber, yakni Kepala Kesbangpol dan Perwira Penghubung 1016/PLK,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *