Bupati Sukamara sebut pentingnya penerapan protokol kesehatan di tempat ibadah

Bupati Sukamara, Kalimantan Tengah Windu Subagio menyampaikan, tempat ibadah merupakan pusat pembinaan akhlak dan silaturahmi.

Seperti masjid, melalui pelaksanaan khotbah atau pengajian yang berisi etika serta segala hal yang berkaitan dengan hubungan sesama manusia, maupun hidup berbangsa dan bernegara, katanya saat mengikuti pengajian dan istighosah di Masjid Al Muhajirin, Kecamatan Balai Riam, Kamis.

“Sebagai umat muslim, harus menjaga norma-norma agama. Jangan sampai karena pandemi ini, menghambat kita beribadah dan meningkatan ketakwaan, tentunya dengan tetap mengikuti protokol kesehatan,” ucapnya.

Penerapan protokol kesehatan saat beribadah, bertujuan untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19 di wilayah ini.

Sejumlah masjid di Sukamara pada umumnya, sudah tidak lagi menggunakan sajadah panjang. Selain itu selalu menyediakan cairan pembersih tangan, menjaga jarak dan disiplin dalam penggunaan masker.

“Kondisi Sukamara saat ini dinyatakan sebagai zona merah. Oleh karena itu, kita melaksanakan pengajian atau istighosah ini dengan berdoa dan bermunajad kepada Allah SWT, semoga diberi kekuatan dan kesehatan dalam menghadapi pandemi ini,” harapnya.

Pada hakikatnya, pengajian ini adalah menerima siraman rohani yang disampaikan ustaz Slamet, untuk didengarkan dan hayati, serta amalkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Pembangunan tak hanya sebatas fisik saja, tetapi harus diimbangi pembangunan mental dan spiritual. Dengan demikian, pembangunan akan lebih bermakna, karena mampu menyejahterakan masyarakat lahir dan batin,” pungkasnya.
Pewarta : Donefrid Lalang
Uploader : Admin 4
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Sumber : https://kalteng.antaranews.com/berita/433513/bupati-sukamara-sebut-pentingnya-penerapan-protokol-kesehatan-di-tempat-ibadah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *